April 23rd, 2007 · 3 Comments

Khir Toyo memperalatkan agama untuk kepentingan BN dan MIC
Menteri Besar, Datuk Seri Dr Mohamad Khir Toyo, berkata hukum mengundi calon pilihan raya atau menyokong sesiapa yang bukan Islam adalah haram, juga tidak benar.

Katanya, fahaman seperti itu datang daripada pihak yang tidak faham bahawa Islam sendiri mengajak umatnya membantu orang bukan Islam yang sedia bekerjasama.

Katanya, tindakan Kerajaan Barisan Nasional (BN) meletakkan calon bukan Islam, K Parthiban, pada pilihan raya kecil Dewan Undangan Negeri (DUN) Ijok, Sabtu ini, tidak berlawanan dengan ajaran Islam.

Khir Toyo mula menggelabah dengan perkembangan terbaru mengenai sikap pengundi ijok yang memberi sambutan baik untuk calon PKR.

Apa pandangan Majlis Fatwa Kebangsaan dengan fatwa Khir Toyo ini, yang pasti Majlis Fatwa belum mengeluarkan fatwa seperti yang difatwakan oleh Khir Toyo ini.

Untuk renungan mengenai Fatwa Khir Toyo ini sila baca petikan dari maksud ayat-ayat Quran yang diperturunkan dibawah ini:

1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. Ayal Al Mumtahanah (60:1)

4. Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.” (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (60:4)

9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (60:9)

13. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa. (60:13)

[1470]. Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : Ini tidak boleh ditiru, karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (lihat surat An Nisa ayat 48).


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help